Bagi Haryadi Dewangga, CFO pewaris takhta, turun kasta menjadi staf administrasi adalah penghinaan. Dihukum ayahnya, ia dipaksa menyusup ke perusahaan kompetitor bermodalkan resumé palsu dan kemeja murahan. Haryadi bersumpah menaklukkan pekerjaan itu, tapi ia tak memperhitungkan Gita Maharani. Sang Senior HRD yang dingin dan rasional itu tak mempan pesonanya. Bagi Gita, Haryadi hanyalah bawahan sok tahu yang mengancam work-life balance. Saat Haryadi sengaja lembur, Gita mematikan lampu kubikelnya tanpa ampun. Batas suci "jam 5 sore" tak bisa diganggu gugat. Perang ego meledak di meja HRD. Namun, gesekan sengit itu perlahan memicu ketertarikan terlarang. Haryadi kini rela tunduk pada aturan jam pulang demi bisa bersama Gita. Sayangnya, resumé palsu Haryadi adalah bom waktu. Sanggupkah logika Gita bertahan saat tahu pria yang mencuri hatinya adalah pewaris saingan terbesar mereka?
Dikhianati. Dihukum mati. Dilahirkan kembali. Xiao Jue pernah kehilangan segalanya karena pengkhianatan kakaknya sendiri. Kini, ia kembali ke masa lalu dengan ingatan tentang masa depan dan dendam yang belum terbayarkan. Kali ini, ia tak akan memohon keadilan. Ia akan merebut takhta, menumpahkan rahasia, dan membuat seluruh kekaisaran berlutut di hadapannya.
Anak-anak menghilang tanpa jejak. Satu-satunya petunjuk adalah air sungai misterius yang selalu ditemukan di tempat mereka terakhir terlihat...
Setelah kematian ayahnya, Cessa terpaksa kembali ke Marienbad am Inn, kota kecil yang ternyata sedang dihantui serangkaian pembunuhan. Ketika polisi seolah tak peduli dengan kasus itu, Cessa bergabung dengan klub misteri milik Jax, teman masa kecilnya yang diam-diam telah menyelidiki kasus tersebut. Hingga kemudian, mereka mendapat pesan mengerikan: pembunuh itu tahu mereka sedang memburunya.
Aylin punya tiga prinsip hidup: bekerja keras, menikmati hidup, dan tidak pernah jatuh cinta pada laki-laki bermasalah. Sayangnya, prinsip ketiganya mulai terancam sejak bertemu Elliot. Laki-laki itu terlalu tampan untuk ukuran manusia biasa, terlalu kaya untuk mengkhawatirkan harga kopi, dan terlalu dingin untuk diajak mengobrol tanpa membuat Aylin ingin menjitak kepalanya. Elliot tidak pernah tersenyum. Tidak banyak bicara. Bahkan sepertinya tidak punya pekerjaan selain duduk di kafe, membaca buku, dan mengacaukan konsentrasi Aylin setiap kali mereka bertemu. Menyebalkan, bukan?
Geser untuk melihat kisah favorit pilihan pembaca
Geser untuk melihat kisah rekomendasi untuk anda
10 Cerita teratas dengan pembaca terbanyak saat ini.
10 Rilisan karya cerita terbaru di Kisa