Moza sudah cukup bisa dibilang mandiri. Gajinya lebih dari cukup. Apartemen lunas dan cukup bisa dibilang mewah. Mobil atas nama sendiri. Tabungan dan investasi juga sudah tertata. Namun, saham G Imperium adalah cerita yang sama sekali berbeda. Itu bukan sekadar aset. Itu kepemilikan di salah satu perusahaan terbesar di negeri ini. Nilainya bahkan bisa terus bertambah seiring waktu. Moza mulai goyah, sudut bibir Gavin terangkat tipis. Ia mengulurkan tangan melintasi meja. Telapak tangannya terbuka. "Jadi..." Suara Gavin terdengar tenang. "Deal? Nikah sama aku?" Haruskah nikah sama mantan?